PROGRAM MBG — EST. TOTAL ANGGARAN TERPAKAI SEJAK PELUNCURAN
Rp 0
batas bawah: Rp 0
|
batas atas: Rp 0
ops: Rp 0
+
realisasi resmi Des 2025: Rp 52.900.000.000.000
BERJALAN
~Rp 917,8 M/hari · Rp 38,2 M/jam · Rp 10,6 jt/dtk
000HARI
:
00JAM
:
00MIN
:
00DTK
ESTIMASI FOOD WASTE PROGRAM MBG
Rp 0
rentang: 15% – 20%
|
terendah: Rp 0
|
tertinggi: Rp 0
dari estimasi anggaran berjalan: Rp 0
Rincian Food Waste
Waste Murni
9% – 11% dari anggaran
Rp 0
–
Rp 0
Sampah makanan yang sudah busuk, terkontaminasi, atau tidak layak untuk diredistribusi — benar-benar terbuang.
Masih Bisa Disalurkan
6% – 9% dari anggaran
Rp 0
–
Rp 0
Setara 451.000–603.000 ton makanan layak konsumsi yang sebenarnya bisa diberikan ke kelompok rentan, bank pangan, atau diolah kembali.
Definisi — Apa itu Food Waste?
WASTE TOTAL (15–20%)
Seluruh makanan yang tidak dikonsumsi — termasuk sisa piring, makanan rusak saat distribusi, dan kelebihan produksi.
WASTE MURNI (9–11%)
Bagian yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan — sudah busuk, terkontaminasi, atau tidak layak untuk diredistribusi.
MASIH BISA DISALURKAN (6–9%)
Makanan sisa yang masih layak konsumsi dan bisa diberikan ke kelompok rentan, bank pangan, atau diolah kembali.
82 JutaTarget penerima MBG 2026
1,1–1,4 Jt tonPotensi food waste di sekolah per tahun
451–603 rb tonMasih layak konsumsi & bisa dibagikan
23–48 Jt tonTotal sampah makanan nasional per tahun
15–20%Estimasi food waste dari total makanan
3–5%Target pemerintah penyelamatan pangan
KASUS KERACUNAN MASSAL — PROGRAM MBG
0
total korban tercatat
|
sumber: Wikipedia ID
data diperbarui: —
0Insiden keracunan
0Provinsi terdampak
0Sekolah / lokasi terdampak
Daftar Insiden — Diurutkan Terbaru
0 insiden
Penyebab Teridentifikasi (Umum)
MAKANAN BASI
Makanan sudah rusak / busuk sebelum sampai ke siswa.
KONTAMINASI BAKTERI
Salmonella & bakteri patogen lain ditemukan pada sampel.
HIGIENE DAPUR BURUK
Standar sanitasi di SPPG / dapur penyedia tidak terpenuhi.
DISTRIBUSI TERTUNDA
Jeda waktu masak ke konsumsi terlalu panjang.
DUGAAN SABOTASE
Klaim resmi pemerintah pada beberapa kasus — belum terbukti.
KUALITAS BAHAN
Bahan baku bermutu rendah akibat pemotongan biaya per porsi.